seberapa pantas?


seberapa pantaskah kau untukku tunggu?

aku tak faham pantas itu sepeti apa. apakah kalau baju ijo terus pake sepatu ijo itu bisa dibilang pantas. setahu aku dari dulu sebenernya kita pantas pantas saja sih kalau tidak ada kriteria yang bisa kau buat dan aku tak sanggup memenuhinya. seberapa pantas jadi, aku kira kau tak pantas untukku, kau terlalu berlebihan untuk hidupku yang sederhana ini. sialnya aku selalu saja menunggumu, menunggu hampir membunuhku. buat apa menunggu orang yang selalu pergi jauh, toh kalau dia kembali juga belum tentu kesini. tapi aku masih menunggu didepan pintu tempat kita pertama bertemu. aku menunggu kau menjadi sederhana, sesederhana keinginanku untuk bertemu denganmu.

cukup indahkah dirimu untuk selalu kunantikan?

indah pun indah sajalah. keindahan itu berbeda setiap keinginan. bagiku kau cukup indah ketika menutup kepala dan tak memakai celana. sekali menari kecil sambil mengibaskan rokmu lalu tertawa tak jelas, menyajikan semburat indah syaraf keningku yang keheranan lalu berkonspirasi dengan pikiran yang diperankan oleh asmara yang palsu. ya, aku selalu menantimu. tak pernah lagi aku lihat tawa selepas itu dan senyum sepalsu itu. yang paling aku rindukan adalah kekanak kanakanmu itu. sudah tak ada lagi dijaman ini, semua berlomba berias menyajikan kepalsuan dimuka dan menghilangkan keinginan bercanda. bosan.

mampukah kau hadir dalam setiap mimpi burukku?

aku tak yakin itu, kehadiranmu hanya dimimpiku iya. mimpi burukku kau hilang, aku tak ingin kau disana. masih ada semacam sekat disana, tak bisa aku hilangkan. jarak tipis itu membuat aku dan kamu merasa tak nyaman. harus bagaimana lagi, aku seorang introvert tak pernah punya teman. selalu menyimpan semua sendiri, selalu menunggu sesuatu yang tak tahu apa itu. sibuk dengan duniaku sendiri, kadang aku ingin berubah mempunyai orang yang mengerti untuk berbagi, masih belum saatnya aku mengajakmu keduniaku, aku takut kau tak suka. beberapa kali aku mencoba, tak ada tanggapan darimu. aku yang tak jelas ini mencoba mengimbangi sosok gadis aneh lucu dalam mimpi ku yang tak kunjung ketemu.

mampukah kita bertahan disaat kita jauh?

tidak. aku yakin tidak, melupakan itu mudah dan mengingat itu susah. hanya ingatan untuk keingat yang bisa membuat kita bertahan. sayang tak satupun dari kita memilikinya. buktinya kita sudah saling lupa bagaimana cara menyapa, bagaimana cara menjaga. bosanlah yang akan meraja dengan alasan jarak.

seberapa hebat kau untuk kubanggakan?

sangat hebat dan sangat aku banggakan. aku suka caramu menerima cerita dan omonganku, penuh tanggapan serius kadang santai tak semua yang aku bilang kau pahami setidaknya kau mau mengerti dengan apa yang aku katakan. aku bangga bisa bersamamu menghabiskan setengah hari hanya duduk berdiam diri dengan cerita tentang keanehan orang lalu lalang didepan kita. aku bangga bersamamu yang berparas ayu bertudung saku dan ber-rok biru. kamu itu cerdas, berwawasan luas hanya sedikit kekanakan takmau cerita serius tentang kehidupan itulah mengapa tak ada yang tahu itu.

cukup tangguhkah dirimu untuk selalu kuandalkan?
aku bisa mengandalkanmu. kamu Mandiri, bukan nama bank BUMN yang selalu ramai itu. kamu sudah biasa hidup sendiri jauh dari keluarga bisa mandi sendiri masak sendiri dan tidur sendiri, kamu wanita tangguh yang bisa ngangkat galon kedispenser memasang gas kekompor gas dan bisa membawa motor kopling (manual). aku yakin kamu tangguh.

mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang?
mungkin saja, bagaimana selama ini kau bisa berada disampingku. menghirup oksigen yang sama dan berjalan dibumi yang sama. bukan itu maksudku.

sanggupkah kau meyakinkan disaat aku bimbang?
ya, aku selalu yakin setelah mendapat nasehat darimu meski sebetulnya aku tak suka dinasehati. motivasi sederhana darimu yang lucu.

celakanya hanya kaulah yang benar benar aku tunggu
hanya kaulah yang benar banar memahamiku

kau pergi dan hilang kemana pun kau suka

celakanya hanya kaulah yang pantas untuk ku banggakan
hanya kaulah yang sanggup untuk aku andalkan
diantara perih aku selalu menantimu

mungkin kini kau tlah menghilang tanpa jejak mengubur semua indah kenangan tapi aku selalu menunggumu disini bila saja kau berubah pikiran.

SO 7

Oleh Rian R Tandra

untuk cerita seri aadc lainnya silahkan kunjungi blog baru saya
www.kaptenri.com
terima kasih