Palsu


derapmu memudar diujung sana
sedepa saja jarak kita
lalu hilang

tawamu masih terasa
membius bisik relung nyata
ada dalam setiap do’a
ada dalam petikan ayat Nya

sudah biasa
tanpa bisa berdiri didepan
ksatria memarah berselera
kau ratu diam meminta raja
meratakan hati banyak terluka

lalu rindu
seperempat saja tawa
merdu suara kutilang pagi
mengharap kidung palsu lagi

kau ingat rindu itu palsu
sepeti asmara yang palsu juga

Oleh Rian R Tandra