Kapten Ri dan Dr Def


langkahku kemudian tertahan ketika melihatmu dari jendela kelas. kau bersama teman temanmu sedang duduk dimeja guru menertawakan sesuatu. hening. bahkan suara sendawa burung gereja pun terdengar jelas saat aku masuk dan melintas didepanmu. jarak dari pintu kekursiku hanya sejauh 20 meter namun pagi itu terasa 20 km. jauh sekali, ekor mataku memangkap kalian sedang menelanjangiku, melihatku berjalan diatas panggung catwalk di New York Fashion week. aku mengenali mereka, teman temanmu itu juga orang terkenal. tidak sepertiku yang hanya pendatang baru didunia ini.

aku lemparkan tasku masuk dalam laci saat sudah dekat. susah, tidak bisa. akhirnya aku duduk merapikan tasku secara seksama. kemudian aku berpikir, apakah aku akan melewati panggung itu lagi? aku masih asing disini, duduk sendiri dipojokan dalam sebuah ruang interogasi pasukan elit NAVY SEALs. tersudutkan dingin gugup kecil.
“ini yang namanya Rian?”
temanmu berbisik, bertanya atau entahlah apa yang jelas aku dapat mendengarnya dengan jelas. hatiku semakin ciut, apa yang telah aku perbuat. aku bahkan tidak sarapan tadi, dan tidak ada sebatang rumput pun yang aku cederai sepanjang jalan kesini. namun aku harus bersiap, bersiap untuk lari.
“bukan!!! bukan yang ini, ada yang satunya lagi”
jawabmu sambil menaruh perasaan dan tatapan iba padaku,

huuh, seketika hatiku lega. dan itu memberikanku cukup energi untuk membuat lututku kembali kuat dan siap berlari. sepersekian detik kemudian aku berhasil kabur dari ruangan yang hampir membunuhku dipagi buta itu.
pelarianku sampai disebuah warung yang baru buka, aku membeli 3 bungkus komix rasa jeruk nipis. tenggorokanku tercekat kaku sakit. duduk aku dipinggir sungai berbau busuk didekat warung tadi, tak mengapa. lebih baik disini ketimbang harus masuk dalam ruang itu lagi.
aku kemudian mengingat ingat apa yang barusan terjadi, hampir saja nyawaku melayang kalau saja kau tidak menyelamatkanku. tapi mengapa kau mengajak teman temanmu itu kesana dan hampir saja membongkar penyamaranku, bukankah kita sudah punya misi masing masing dan kau berjanji untuk tidak meberitahukan identitasku pada siapapun disini.
“mereka itu mata mata dari planet saturnus, mereka ditugaskan untuk mencarimu. bukan aku yang mengajak mereka kesini, mereka mendapat informasi tentangmu dari kapten maxuba”
“terima kasih telah melindungiku tadi, mungkin aku harus segera menyelesaikan misi ini”
“belum saatnya, masih banyak informasi yang aku butuhkan”
“baiklah, kalau begitu aku akan menunggumu menyelesaikan tugasmu itu”

misiku adalah membawa Def pulang kembali ke bumi. dan misi Def adalah mengumpulkan informasi mengenai pembuatan senjata penghancur planet buatan Dr Zoom.

petualangan kami baru saja dimulai nantikan kelanjutannya.
…. bersambung

 

http://www.kaptenri.com

Oleh Rian R Tandra