Pelangi


siapa bilang pelangi itu diujung hujan, terkadang kau dapat melihatnya saat hujan sedang bercumbu dengan bumi. pelangi itu refleksi sinar matahari yang dibiaskan oleh titik air hujan sedemikian rupa sehingga terpisah sesuai dengan panjang gelombang masing masing dari semua sinar tampak itu maka jadilah satu keajaiban itu.
pelangi, kata orang adalah sekumpulan bidadari yang sedang turun ke bumi untuk sekedar mandi. apalah kata mereka, aku selalu merasa senang dan damai saat melihatnya. aku akan merasa bahagia hanya dengan menatapnya. pelangi, sekumpulan warna warni yang menghias langit harapan dalam kekosongan hidup ini. pelangi, sebuah pengharapan dan impian jiwa jiwa kesepian yang merindukan perhatian. pelangi, sebuah tempat singgah saat mentari menuju peraduan.

pelangi itu kamu, seberkas cahaya bias bermacam warna dan rasa yang lambat laun kian pudar. menghilang tak berbekas, menyisakan sebuah memori indah tentang kisah kehadiranmu dalam hidupku. sebentar dan sekali saja tanpa sempat aku menyapa.

aku tahu kau masih disana, menjelajah setiap sudut langit yang luas ini. menyapa setiap jiwa jiwa sepi penuh harap. menari kecil diantara congkak mereka. bernyanyi kecil dalam kesunyian hati.

aku suka saat kau marah, aku suka senyum cemberut itu. aku suka saat kau tidak bercelana, berjalan pelan sambil menahan rok itu. dan aku paling suka saat kau menggodaku dengan senyum sinis itu. “seperti putri anna” kataku.

lalu kapan kau akan kembali, memenuhi janji seperti dulu lagi. lalu kapan kau akan kembali mengisi kekosongan hati.

berlabuhlah sekali lagi, akan kusiapkan secangkir coklat panas untukmu. bukankah kau menyukainya. setidaknya kau tak akan kedinginan saat pulang kembali.

Oleh Rian R Tandra