Kapten Ri dan Putri Meli


Disuatu waktu di pedalaman hutan belantara tinggallah seorang pria yang sangat baik hati dan rajin menolong, setiap harinya dia bekerja sebagai sherif dikampung dekat tempat tinggalnya.

Setelah 10 tahun mengabdi kepada masyarakat namanya semakin dikenal hingga kepenjuru negeri Dellamina. Hingga Raja memerintahkan kepada pesuruhnya untuk memanggil kapten Ri.

Kapten Ri pun memenuhi undangan tersebut, rupanya sang Raja tengah bersedih karena telah 2 hari putri kerajaan diculik ketika sedang berkemah di hutan ujung laut. Kapten Ri menyanggupi permintaan tersebut. Berangkatlah Dia bersama temannya Wizi. Dihutan ujung laut mereka bertemu sepasukan gomak yang lezat lezat, tanpa ampun wizi melahap pasukan tersebut tak bersisa.

Setibanya mereka diujung laut, mereka bertemu dengan Mas getuk yang merupakan seorang perompak, mereka menanyakan apakah mereka tahu perihal Putri Meli. Mereka mengatakan bahwa Putri Meli diculik oleh perompak untuk membuat Coocies dipulau Risol. Sedetik kemudian dengan menumpang pempek kapal selam Kapten Ri berlalu menuju Pulau Risol.

Dipulau Risol Kapten Ri sudah dikepung dengan segerombolan cabe rawit yang menggoda selera. Akhirnya Kapten Ri dan Wizi bersusah payah menghabisi semua cabai dan Risol yang ada diatas meja hingga tak bersisa. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju istana cokelat diujung hutan pukis.

Sesampainya di Istana, mereka mendapati Putri Meli tengah bersusah payah membuat coocies pesanan Pangeran bakso. Secara diam diam dan berhati hati mereka akhirnya berhasil mengeluarkan Putri Meli. Namun saat mereka hendak keluar dari Istana cokelat, rupanya Pangeran Bakso sudah mengetahui kedatangan mereka dan menyiapkan semua pasukannya untuk mengepung pencuri itu.

Sayang tak dapat berlari, malang mengejar dengan pasti. Mereka diikat dan digantung diatas coklat panas. Tak kehilangan akal, Kapten Ri meminta Wizi untuk mengeluarkan roket sisa bekal perjalanan mereka. Kapten Ri lalu menghidupkan roket itu untuk memotong tali yang mengikatnya dan terbang menggunakan roket tersebut lalu menyelamatkan Wizi dan Putri Meli. tanpa ampun seluruh pasukan Pangeran Bakso mengejarnya.

Mereka mendarat ditengah laut es teler. Tak mempunyai bekal dan persediaan makanan mereka terkatung katung selama beberapa jam sebelum akhirnya diselamatkan oleh Mas getuk yang telah menanti mereka sesua instruksi Kapten Ri. Perjalanan pulang tidaklah mulus, diperjalanan mereka dihadang badai srikaya. Dan diujung badai, perbatasan Negeri Dellamina Pangeran Bakso telah menghadang mereka dengan sangat serius.

Rupanya cookies buatan Putri Meli akan mereka gunakan sebagai senjata. Dan mereka melakukan uji coba. Astaga, cookies buatan Putri Meli itu bantet, dan mampu membuat siapa saja yang memakannya akan merasa sangat sedih dan tak gembira. Kapten Ri teringat akan Cokelat hitam yang didapatnya ketika merantau ke Pulau kakao. Cokelat hitam memiliki kandungan yang dapat membuat siapa saja yang memakannya akan merasa bahagia dan tenang pikirannya.

Potongan cokelat pun dibagikan kepada semua awak dan penumpang kapal dalam bentuk cokelat panas yang dicampur susu segar. Ketika Pangeran Bakso menghantam kapal mereka dengan cookies, mereka tak merasakan dampak mengerikan dari cookies tersebut. Kapten Ri menyiapkan serangan balik untuk membalas serangan Pangeran Bakso dengan menggunakan Bakso bakar dan sate kambing.

Akhirnya rombongan Kapten Ri pun berhasil memukul mundur pasukan Pangeran Bakso menuju Negeri Dellamina yang disana sudah ditunggu oleh pasukan tekwan penjaga perdamaian. Mereka pun ditangkap dan diadili atas sejumlah pelanggaran wilayah perbatasan, perampokan dan pencurian serta kekacauan diarea Internasional.

Setelah hari itu Wizi tak berhenti bertualang dan berjanji akan kembali dengan semua aneka makanan khas dari penjuru dunia, dia sekarang mengikuti jejak Kapten Ri berlayar mengelilingi dunia bersama Mas Getuk. Kapten Ri mempunyai hak untuk memakan makanan apa saja yang ada dipenjuru negeri dan diberikan tanggung jawab untuk menjaga ketertiban dan keamanan baik didalam maupun keluar negeri. Sementara Putri Meli kembali kedapur untuk belajar masak bersama koki kerajaan dan berharap suatu saat bisa menjadi kepala koki di Istananya sendiri dan kelak akan memasak untuk suaminya.

Tamat.