Kamu


Pagi itu aku terbangun, dinginnya udara merayuku untuk keluar, belum terasa sesaknya udara dan pengapnya dunia. Aku masih bisa menyesapi nikmatnya aroma mawar disudut taman itu. Mawar merah yang tumbuh berduri dengan congkaknya menantang kerasnya hari. “Indah”, kata itu yang seharusnya keluar dari bibirku dan kutujukan padamu. Aku tak bisa, tak akan pernah ada satu kata, kalimat, buku pun tidak akan bisa mendeskripkan tentang dirimu. Aku ingin dirimu tetap seperti itu, menjadi mawar merah diantara melati. Menjadi karang ditengah lautan. Menjadi pelangi setelah hujan. Menjadi dirimu yang apa adanya yang aku cinta. Menjadi dirimu yang seperti ini yang aku kasih, menjadi dirimu yang aku sayang. Dari orang yang tak pernah bisa mengutarakan isi hatinya. Rian Reksi TandrađŸ™‚