14 Mei


Handphone ini masih terus aku genggam sejak siang tadi, sesuatu yang sangat penting sedang aku tunggu. sesuatu yang hanya akan aku dapatkan satu kali dalam setahun. biasanya dia tak pernah setelat ini. dan aku takut dia lupa, tapi dia sudah berjanji dan aku tahu dia bukan tipe orang yang suka mengingkari janji apalagi denganku.

meski kami seperti bermusuhan tapi kami selalu berusaha ada untuk saling melengkapi. kami adalah kutub positif dan negatif yang menjaga keseimbangan, kami ini hitam dan putih yang tak bisa disebut warna, kami merupakan enzim dan substrat yang klik meski berbeda jauh.

itulah mengapa bagaimana tidak sangat aku tunggu ucapan darinya meski hanya lewat sms dan aku harap terus lewat sms karena aku pasti tak akan percaya jika dia sampai mengucapkannya secara langsung. sms ini sangat penting karena dalam setahun dia hanya mengirimiku tiga sms. peristiwa langka ini tak boleh berkurang barang satu pun. tiga smsnya itu yang pertama adalah saat perayaan hari raya idul fitri, kemudian perayaan idul adha dan yang terakhir setiap pagi tanggal 14 mei.

masalahnya hari ini adalah tanggal 14 mei yang sangat sakral itu, dan sudah berapa jam aku menunggunya mengucapkan kata yang singkat itu. kata yang jika aku baca sangat indah, sopan, merdu dan menyiratkan kasih sayang.

tapi, jangan sekali kali membayangkan bagaimana caranya berucap dan mengucapkan kata itu. tentu akan sangat mengerikan dan memekakkan gendang telinga, hhm aku pasti tersenyum kalau ingat caranya berucap.

“ngapo!”

rasanya ingin mati saja aku ditanganmu jika aku sampai mendengar kata itu lagi. kau tahu, setiap kali aku ingat kamu aku cuma ingat kata itu dan ekspresi muka ini

DevilBaring teeth smileAngry smile.

astaga betapa mengerikannya ini, kalau bisa aku tak ingin mengingatnya saja. huft, semengerikan inikah hubungan kita. sampai sekarang kau  masih saja betah didalam otakku. menari diantara rumus matematika, muncul dalam imajinasi fisika, dan bereaksi bersama senyawa kimiaku. parahnya ilmu inilah yang sampai sekarang suka bercengkrama denganku.

kalau saja kau tahu bahwa aku masih saja melihat kearah tempatmu menimba ilmu setiap pagi  meski aku tahu kau tak ada disitu, tempat itu cuma sebuah gambar yang nampak nyata bagiku. gambar yang bisa menenangkan hatiku dan seolah gambar itu mengatakan padaku bahwa kau baik baik saja dan sekarang sedang sibuk dengan hafalan yang seabrek sambil menggendong buku tebal yang mungkin penulisnya pun tak tahu berapa halaman yang ia tulis.

dan terakhir kali aku melihatmu mungkin bulan lalu, dan aku tak berani menyapamu. aku merasa kau mungkin melihatku tapi aku tak punya cukup bukti karena sepanjang siang itu kau sibuk dengan segala urusanmu yang tak memungkinkan untuk menoleh sedikitpun kearahku. malangnya, tapi aku tetap tersenyum Smile.

haruskah aku mengingatkanmu tentang hari ini,

“hei,

maaf Ratu, apakah Ratu tahu tanggal berapa hari ini ?”

aku tak mempu menekan tombol kirim, dan sekarang aku semakin risau karena hari sudah sangat sore dan asharku baru saja selesai. ada ujiankah, sibuk organisasikah lupakah atau sengaja melupakan diri. aku tak berani berspekulasi karena semakin kuat aku berfikir maka semakin kuat pula rasa khawatir akan muncul.

seharusnya aku tak perlu sekhawatir ini, mungkin memang benar dia sudah lupa. siapalah aku, sekarang dia mungkin sudah punya yang baru dan mulai melupakanku. benar kawan, harapan itu memang harus selalu ada tapi jangan terlalu berharap karena terkadang harapan itu menyakitkan.

ingin aku tidur lagi, padahal aku baru terbangun sebelum ashar tadi dan sudah hampir dua jam aku tidur siang hari ini. tapi aku tak mau memikirkannya terus, aku ingin kembali kealam mimpi yang disana semua masalah duniaku akan terhapuskan meski hanya sesaat, yang dengan disana kerinduanku akan dirimu bisa terobati meski hanya bayang aneh yang berkata aku baik – baik saja.

sudah dua tahun sejak aku tahu bahwa dirimu yang juga teman dan musuhku memiliki rasa yang indah tentang kita. dan itu sudah terlalu terlambat untuk kita, entah apa masalahnya. sepertinya itu ada padamu, mungkin kau tak ingin menyakitiku lagi. apakah kau tahu, dengan begini maka akan lebih menyakitkan bagiku. aku cuma butuh sedikit alasan yang kuat agar aku bisa meninggalkan dirimu tanpa harus melupakanmu.

hhhem, kalau saja aku bisa memilih untuk kembali dan menemukanmu masih menungguku maka akan kutukar semua yang aku miliki bahkan semua kebaikan dan pahalaku akan aku tukar hanya untuk menebus kesalahan dan kekeliruan yang pernah aku buat. aku hanya perlu bertahan sebentar saja, itu tak mungkin. aku hanya punya dua pilihan sekarang, bertahan disini atau berjalan meneruskan langkahku. dan semua itu hanya kau yang bisa menentiukannya.

batas dari keputusan itu sampai malam ini, dimana tanggal 14 Mei akan berganti dengan tanggal 15 Mei. aku tak sanggup membayangkannya, terfikirkan sedikitpun tidak boleh. apakah hari ini akan menjadi salah satu hari paling mengerikan dalam hidupku, haruskah aku bersedih di tanggal 14 Mei.

aku bangkit dari tempat dudukku, menarik nafas panjang dan bergegas mengambil kunci motorku. helm ku singkirkan, aku ingin merasakan belaian angin yang selalu bisa menghiburku, aku ingin membagi semua ini dengannya dan membiarkan angin itu membawa semua ini kenegeri antah berantah dan berharap ada orang yang menemukannya.

keluar aku, pertanyaan temanku hanya kubalas dengan sekilas senyum aneh seperti orang yang akan meninggalkan dunia ini tanpa pamit. dijalan yang ramai ini aku mulai memacu kuda hitamku dengan kecepatan bertahap karena dengan berharap akan mencapai kecepatan maksimalnya dalam hitungan detik. 110 km/jam, dan aku masih ingin terus menambah kecepatan kalau saja handphone disaku celanaku ini tak membunyikan suara aneh dan hanya hatiku yang merasakan getarannya. aku berhenti dengan sangat mendadak karena tiba – tiba didepanku sudah ada sebuah minibus yang ingin berbelok. aku injak rem belakang dan aku tarik rem depan sama kuat dan sama dalamnya.

ccciiiiittttt, 2 meter saja bekas ban itu terbentuk, menghitam dan meliuk aneh. hampir aku terjatuh kalau saja tak kulepas kedua rem itu dan mulai mengendalikan laju motor yang tak seimbang.

perlahan aku menepikan motor dengan perasaan yang masih tak percaya, “hampir saja”.

“Astaghfirullah”

dibawah pohon rindang disisi  badan jalan aku menghentikan motorku, aku buka Hp sialan itu.

“Telkomsel”

aku baca tulisan itu di threaded view smsnya. ingin aku membanting dan meremukkan Hp itu kalau saja aku tak ingat pada ibuku yang telah memberikannya sebagai ganti Hpku yang hilang beberapa bulan yang lalu. selang beberapa detik, Hp itu berbunyi lagi dan.

“Telkomsel”

astaga, sampai berapa kali sms ini harus kuterima. padahal sms itu cuma memberitahukan bonus yang seharusnya sudah habis dari siang tadi, dengan wajah putus asa aku memutar motorku pulang kembali kekost. belum aku berangkat ada sms masuk lagi. aku menarik nafas panjang, aku berhentikan motor dan membuka sms terakhir itu.

yaa sepertinya tahun ini akan menjadi tahun terberat dalam hidupku.

aah mungkin dia memang sedang dan sudah sibuk atau dia lupa dan sudah lupa dengan tanggal ini. hhm aku harus ikhlas sekarang, harapan itu harus selalu ada. tapi jangan terlalu berharap, karena terkadang harapan itu terlalu menyakitkan untuk diharapkan.

14 mei tahun ini tetap indah meski agak kurang. ruang kosong itu masih saja ada, aku tak mungkin bisa lagi memintanya. menanyakan kabarnya pun aku tak boleh.

dan yang tak boleh aku lupakan adalah tanggung jawabku sebagai agen pembawa kebahagiaan akan aku tunjukkan dengan seulas senyum disore ini dan berbagi sedikit tawa dengan mereka yang sedang merana disana.

“selamat hari tanggal 14 mei”

Smile RRT

yaah, terakhir aku sms juga dia. meski sekedar mengingatkan sekitar pukul 21:48.

“sbenar.a aku tak mau mlakukan ini, tp aku tk sggup klo smpe khlangan smsmu yg b’hrga itu brg cm skali.

Bo, hr ni tgl 14 mei ap drmu lp ?mf klo mgnggu Smile

SMS terkirim

dan kau tahu apa balasannya.

“Mf, gk lp, ultahmu kan.

Ya krn ku kira smsku tak trlalu penting.

Ywdh deh,

SELAMAT ULANG TAHUN smg kebaikan & keberkahan selalu yg engkau dapatkan Smile

SIAL, rasanya ingin nangis saja aku dibuatnya. tapi biarlah, ini sudah lebih dari cukup untuk memperpanjang masa kadaluarsaku didunia ini Open-mouthed smile.

#Selamat Ulang Tahun Rian Reksi Tandra Embarrassed smile Birthday cakeGift with a bowCameraThumbs up

udah tua, 21 tahun yaa Smile with tongue outLaughing out loudHot smile