Mei


Hei Mei, sudah lama kita tak jumpa. apa kabarnya ?.

aku harap semua tetap ceria seperti biasa, tahun ini kamu tampak berbeda . kalau boleh tahu apa yang terjadi, kau tampak lebih bercahaya dari biasanya.

Hei Mei, aku benar benar membutuhkanmu sekarang, tolong sebentar saja jagalah aku. perasaan itu muncul lagi, tiba – tiba. dan aku selalu saja tak siap untuk terjatuh lagi. bukannya lelah, aku hanya ingin berubah jadi lebih baik walau cuma sedikit saja. kau tahu, Hau sedang tidak bersahabat. aku juga bingung,  seharusnya yang melakukan itu adalah aku. kenyataannya dia yang kembali menjauh, hhm mungkin memang benar kalau aku hanya seorang anak desa yang dengan tidak sengaja menemukan jalan untuk pergi ke kota. sekarang lihatlah aku, siapa yang tidak membenciku didunia ini.

tak ada yang menyadari kalau aku ini hanya seorang manusia yang sama seperti mereka, mungkin penampilanku yang sedikit aneh. tapi sekali lagi mungkin karena aku hanya seorang Badui, aku tak mungkin menyalahkan mereka. tidak juga orang tuaku, yang paling aku suka dari kisah ini sekarang adalah aku berada diantara mereka yang hebat – hebat. kalau saja otakku sebesar karung, aku akan mencuri semua ilmu mereka dan menjadikan aku hebat seperti mereka.

menangis pun tak boleh, ini bulan Mei. dimana dibulan inilah Dia akan datang membawa berita bahagia itu, aku akan diberi sedikit waktu untuk menikmati hidup ini sekali lagi.

“Mei, apakah kau belum bangun juga”

apakah aku terlalu pagi datang kali ini, atau mungkin Mei sedang bermimpi indah yang menyebabkan wajahnya menjadi bercahaya. aku mohon bangun Mei, sebentar saja. aku benar – benar butuh kamu.

kalau kau tak ingin bangun juga maka kemana lagi aku harus pergi meminjam tubuh untuk menyandarkan diri yang sudah tak kuat lagi ini. sebentar saja, biarkan lelah ini sedikit berkuang. ah, aku ingin berhenti saja. menjadi orang yang filosofis itu melelahkan, terkadang teoriku sangat sulit untuk dipraktikkan. terkadang menasehati lebih sulit dari menjalaninya sendiri. Hau, kalau kau benar marah dan benci juga padaku mungkin aku bisa terima asal kau mau menjelaskan apa yang membuat dirimu sebegitu bencinya padaku. kali ini aku akan membiarkanmu menari sendiri dan menikmati hidup ini sendiri, asal kau juga mau membiarkanku terbaring disini sendiri, menunggu kematianku.

Itu tak akan terjadi, aku sudah berjanji. aku akan menyelesaikan misiku untuk berbagi bahagia kepada seluruh dunia. dan bulan ini akan jadi saksi mimpi besarku, aku mohon Mei. sebelumbulan ini berakhir kau sudah ada dibelakangku untuk menjagaku kalau saja aku tumbang menerima penghakiman dari mereka yang tak tahu apa apa tentang hidup ini, mereka yang hanya memikirkan cara cara instan dan hanya memikirkan kebahagiaan didunia tanpa melihat sisi akhir dari dunia ini. dan kalau cukup waktuku maka aku ingin sekali memperlihatkan bagamana aku menjalani hidup yang meski tak seindah langit disore hari namun semua itu aku lakukan demi pelangi diujung badai.

aku tahu, setiap mimpi pasti memiliki tangganya masing masing. dalam mimpiku, tangga itu tak terpisah. aku membuatnya lebih realistis, setiap aku menyelesaikan satu misi maka akan ada misi lain ditangga yang sama. realistis yaa karena aku akan menggapai setiap mimpiku mulai dari yang terdekat dan berakhir pada mimpi setiap manusia yang menjadi tujuan mereka hidup didunia ini.

aku tahu apa yang kau pikirkan, yah aku tahu kau begitu merendahkanku karena kau masih memelihara srigala kesengsaraan, kebencian dan kesedihan dalam hidupmu.

tatapan aneh yang dapat menyulut emosi orang itu sudah biasa aku lihat, perkataan yang merendahkan dan memojokkanku sudah biasa aku dengar dan telingaku sudah semakin tebal untuk itu. teman kalau kau ingin menjatuhkanku bukan begitu caranya, dari sekian banyak orang Hau adalah salah satunya yang bisa melakukan itu padaku. makhluk itulah sebenarnya yang bisa dengan mudah menjatuhkanku.

Mei kalau kau menerima pesanku ini maka segeralah cari aku, kalau kau terlambat sedikit saja aku tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. aku tak mungkin masuk kedalam jurang yang sama untuk kesekian kalinya, kali ini aku mungkin tak selamat dan atau mungkin lebih parah lagi aku hanya sekarat. yang jelas aku masih bisa berusaha, dan yang paling penting bulan ini masih diawal. aku tak akan menyerah dengan begitu mudah.

bantu aku Mei Smile #yee

Advertisements