separuh aku


kisah ini bukan yang pertama kali terjadi, sebelumnya pernah, sebelumnya pernah dan sebelumnya juga pernah terjadi. tentang mencintai seseorang yang tak sepenuhnya kau cintai, tentang cinta yang tak kau sadari ada didekatmu. apakah kau percaya pada kalimat ini “sahabat adalah orang yang selalu ada didekatmu baik saat suka ataupun duka”, atau definisi cinta dari shahruk khan dalam film kuch kuch ho ta hai “cinta adalah sahabat, sahabat adalah cinta”.

dengar kata hatimu, jika kau percaya pada hatimu ikutilah karena hati sebenarnya tak pernah salah. dia hanya dihadapkan pada pilihan yang salah.

tepat setahun yang lalu aku mengenalnya, seorang pria yang memiliki keteguhan dan pendirian yang sangat kuat tentang filosofi hidup ini. terlalu klise pemikirannya, tapi itu semua benar dia lakukan dan terapkan dalam setiap denyut nadinya. aku rasa siapa saja yang mengenalnya akan merasa nyaman dan damai.

dan dia memilihku sebagai orang kepercayaannya, dan aku memilih dia sebagai teman berbagi semua sedih tanpa senang dalam hidupku. pendengar dan pemberi nasihat yang baik, aku mungkin sudah menganggapnya sebagai kakakku kalau saja dia juga menganggapku sebagai adik. sejak awal perkenalan dia mulai menunjukkan rasa kepedulian yang sangat besar kepadaku, dan dia juga pernah menyatakan sayang padaku. tak aku hiraukan, aku anggap itu sebagai candaannya saja.

kau tahu, hampir setiap hari aku dan kekasihku berselisih faham. dan tempat pertama kali aku menumpahkan sedihku itu adalah dihadapan Zaki, meski aku punya teman perempuan yang sangat dekat yaitu Eny, aku merasa tak puas kalau belum bercerita dan mendengar nasihat dari Zaki.

“luci, menurut aku itu tak sepenuhnya salahmu”

“seseorang yang percaya pada cintanya akan rela mengorbankan apa saja demi menjaga keutuhan cintanya itu”

dua nasihatnya itu selalu mendamaikan hatiku. meski aku tahu bahwa dia juga menaruh hati padaku, tak pernah sekalipun aku mendengarnya menjelakkan kekasihku atau berusaha memisahkan kami. entah apa yang ia pikirkan, karena itulah aku tak pernah menganggapnya serius ketika dia menyatakan atau menunjukkan rasa sayangnya padaku. dan pesan singkat yang paling sering ia kirim adalah

“jaga kesehatannya yaa, banyak yang sayang sama kamu Smile

kami selalu bertemu setiap hari, kalau aku butuh apa saja dia akan meluangkan waktunya untukku. kau tahu, aku punya sakit. anemia, dan sedikit maag. dan sepertinya hanya Zaki yang tahu itu, bahkan orang tua ku tak tahu kalau aku maag, mereka hanya tahu kalau aku anemia. kadang kepalaku suka pusing dan itu sangat menyiksaku. inilah yang membuat Zaki selalu khawatir, bahkan melebihi kekhawatiran kekasihku.

tapi aku merasa kehilangan sesuatu yang entah rasanya sangat penting untukku. sesuatu yang bisa mengisi celah sempit dihatiku, sesuatu yang sangat indah jika aku bayangkan dan akan sangat memusingkan jika aku pikirkan. sesuatu yang membuatku mengerti tentang hidup dan merasakan hidup. dia telah pergi dari sejak sebulan yang lalu, tanpa bekas. aku rindu, aku sayang, aku cinta, aku kehilangan dia. kini aku baru sadar kalau aku mencintai orang yang mencintaiku setelah dia pergi dari hidupku. kemana aku harus mencarinya, dia yang satu – satunya selama ini selalu hadir dalam setiap sedihku kini harus kucari sendiri keberadaannya karena yang membuatku sedih adalah dia. dan karena yang membuat dia sedih selama ini adalah aku.

Eny, mungkin dialah yang bisa menjelaskan semua ini. mungkin dia tahu apa yang tak aku tahu, sahabat perempuanku. seharusnya aku sekarang sudah duduk didepan Zaki, menceritakan apa yang telah terjadi antara aku dan kekasihku. aku memutuskan untuk meninggalkannya, kami berpisah setelah sekitar dua tahun aku dibutakan oleh perasaan yang aneh itu. dan yang membuka itu semua adalah Zaki, sejak kepergiannya aku baru sadar bahwa yang aku butuhkan adalah Zaki, semua curhatan itu hanyalah sedikit caraku mendapat perhatiannya yang entah selalu membuat aku nyaman.

“en, bisa bicara sebentar ?, kita ketemu diperpus”

sms terkirim, dan aku bersiap untuk pergi kekampus. mungkin Eny lagi dikampus. semoga saja dia bisa memenuhi permintaanku ini.

“oke”

seharusnya pada saat seperti ini aku bisa meminta Zaki menemaniku, tapi dia yang membutuhkan aku sekarang dan semoga saja aku tak salah.

“ada apa ?, kalau ini masalah Rendy aku tak mau berkomentar”

astaga, Eny saja sebegitu sensitifnya padaku kalau membahas masalahku dan Rendy. aku tenangkan diri dan tersenyum.

“bukan En, ini lebih penting dari Rendy”

“baiklah, jadi ini masalah apa ?”

“ini tentang Zaki”

“Zaki ?”

“ia Zaki, aku mau tanya kemana dia ?, kamu tahu”

“Hah, apa tak salah kau bertanya padaku. bukankah selama ini kalian sudah kepalang dekat satu sama lainnya”

“yaa, itu dia masalahnya. kami sudah tak berhubungan sejak sebulan ini. mungkin kamu tahu, dia juga kan anak BEM”

“astaga Luci, apa kau benar – benar tak tahu”

“iya En, aku serius”

“kalau boleh tahu apa masalahnya sampai orang seperti Zaki pun menjauhimu”

“semua mungkin memang sepenuhnya salahku. kau tahu, dia yang selama ini selalu ada untukku memang benar mencintaiku dan aku tak hiraukan itu semua. aku baru sadar setelah dia jauh pergi dariku, aku kehilangan dia yang mencintai dan kucintai”

“oh, parah. jadi bagaimana dengan Rendy”

“kami sudah berpisah, mungkin sekarang hanya sebatas teman saja”

“hhm, ini keadaan darurat. Zaki sekarang minggu kemarin baru berangkat ke jepang. pertukaran mahasiswa”

“astaga, dia tak cerita apapun”

“bagaimana dia mau cerita, kalau waktu berdua kalian berisi kesedihan tentang kisah cintamu dan Rendy”

“kapan dia kembali ? kamu punya nomor yang bisa dihubungi”

“entah ci, katanya dia mungkin sekalian riset dan mau melanjutkan kuliah disana semacam double degree”

“kalau nomor handphonenya”

“ohh, nanti aku tanya si Fuad. aku belum sempet nyapa dia juga”

“kabarin secepetnya ya En”

“Insya Allah. jadi kamu benar ci, dengan mencintainya”

"kalau kau mau bilang aku bodoh, aku takkan marah karena sekarang aku mencintai seseorang dengan mata yang terbuka”

“aku percaya Smile

Eny lalu pergi meninggalkanku, yang sampai sekarang masih bingung dengan yang terjadi ini. begitu cepatnya semua kejadian yang tak pernah sedikitpun aku bayangkan.

yaah, sekarang aku baru sadar dan percaya kalau sebenarnya orang yang benar bisa mengerti dan selalu ada untuk kita adalah sahabat kita yang kalau dia mencintai kita itu adalah cinta yang paling tulus.

kisah cinta yang aneh, aku dan dia. sahabatku, teman curhatku orang yang paling kenal denganku, orang yang menderita karenaku, orang yang mencintai dan tak dicintai sama sekali.

orang yang memiliki separuh hatiku, separuh hidupku, separuh aku.

Advertisements