Pintar tapi malas


Entah kawan, pernahkah kau mendengar kalimat “pintar tapi malas”. ya, julukan itu telah melekat erat kuat dan tak dapat dipisahkan pada diriku. aku juga mengakui dengan sadar sesadar – sadarnya bahwa aku seorang pemalas. Tapi aku bisa mengatakan bahwa aku masih rajin dalam urusan ibadah terutama shalat, sebagai seorang muslim aku memiliki kewajiban untuk melakukan ibadah itu lima kali dalam sehari, tujuh hari dalam seminggu aku selalu berusaha melaksanakannya dengan sungguh – sungguh. Meskipun demikian aku juga terkadang menjadi seorang pemalas yang paling hina seperti sekarang, aku telat melaksanakan shalat isya. Santai, sikap itulah yang berusaha aku tunjukkan walau telah terlambat karena ini sesuai dengan tuntunan Rasul. mungkin inilah hukuman yang pantas bagi penunda – nunda shalat dan akhirnya menjadi penghuni barisan paling belakang. Seorang masbuk yang masih beruntung, aku katakan beruntung karena ini masih rakaat pertama.Entahlah, aku rasa aku harusnya beristighfar Open-mouthed smile.

Bian Antara Sakti itulah nama yang diberikan oleh ayahku bahkan sebelum aku lahir. kalian pasti tidak akan mengira bahwa bian diambil dari julukan lain sinyonya tua yaitu "Bianconneri”  ayahku adalah seorang penggemar sejati tim zebra asal kota turin, Juventus. percaya atau tidak aku juga akhirnya menjadi seorang Juventini meski aku tahu mereka kini sedang memiliki masalah lahir dan bathin setelah tersandung skandal pengaturan skor bola atau bahasa kerennya“calciopolly”.

Bian, dikenal sebagai anak yang biasa saja dan menjalani masa kanak kanak dengan penuh kenakalan dan keisengan sampai dia sekolah, hidupnya berubah. dia dikenal sebagai seorang pintar dan bisa dikatakan cerdas pada beberapa pelajaran terutama pelajaran eksakta.

sekarang aku sudah menginjak kelas 2 SMA. disini kesaktianku dipertaruhkan, minggu kemarin aku mendapat nilai UTS matematika sempurna, 100. teman temanku merasa bingung dan bingung, entahlah apa yang mereka bingungkan. yaa, alhasil mereka mengumpul dan mengerubungiku, belajar untuk remedial.

“bian, ajari aku soal yang itu yaa”

hampir semua teman memiliki pertanyaan yang sama dan mendatangi orang yang sama, aku merasa kehilangan kebebasanku.

sebenarnya hal seperti ini sudah sering terjadi padaku, aku juga bosan dengan hidupku yang itu. tapi setelah aku kehilangan arahku, sekarang aku merasa menemukan kebahagiaanku kembali. mungkin inilah seharusnya aku, dan semakin lama aku merasa telah menemukan kembali diriku yang dulu. yang pernah pergi.

tentu saja dengan senang hati aku melayani satu per satu atau perkelompok sekaligus. kau tahu setelah itu aku belajar satu hal, kebanyakan kenalanmu akan menjadi teman ketika mereka sedang butuh dan temanmu akan menjadi sahabat saat mereka butuh dirimu. yaa, saat butuh saja.

hidup ini akan terlalu singkat jika kau hanya tertawa saja, dan terlalu lama jika kau hanya bersedih saja. lihatlah kedepan, genggamlah yang dekat dan sering seringlah menengok kebelakang. untuk menjadi agen pembawa kebahagiaan kita tidak perlu benar benar bahagia, cukup bagikan sedikit senyummu kepada dunia maka dunia akan memberikan sebuah pelangi dalam hidupmu.

mungkin hanya ada sedikit agen pembawa kebahagiaan didunia ini.

apakah ada temanmu yang selalu mengeluh sepanjang hidupnya, mulai dari mengeluhkan uang bulanan, tugas yang menumpuk atau bahkan mengeluh tentang gebetannya. aku yakin pasti banyak.

coba bandingkan dengan jumlah temanmu yang selalu tersenyum, tertawa, dan selalu mengatakan “tenang, itu bisa diatur”, “mudah”. aku yakin pasti sedikit sekali teman yang bisa menenangkan kita saat kita berduka atau kehilangan arah Open-mouthed smile.

aku menyebut diriku sebagai agen pembawa kebahagiaan, dan aku memang bercita cita jadi seperti itu. sudah terlalu banyak kesedihan didunia ini, aku hanya ingin membagikan sedikit kebahagiaanku kepada dunia.

sebenarnya aku terlalu bodoh untuk melakukan itu, menurutku akan terlalu banyak pengorbanan yang akan kita lakukan dan itu semua belum tentu bisa menyadarkan orang akan pentingnya berbagi kebahagiaan.

aku berusaha dan mencoba menjadi orang biasa.

“hei, mr stranger”

sms dari salah satu wanita temanku, Dian namanya. menurutku dia juga seorang agen pembawa kebahagiaan, meski dia belum menunjukkan identitasnya tapi aku dapat mengenali dari tingkahnya.

“hei jg mrs stranger, ada apa ?”

perasaan arti stranger itu kan asing, tapi setahu aku dia bilang aku ini aneh bukannya asing.

“slmt y, kyk.a org dak bkl blg kmu aneh lg Open-mouthed smile

“aih, iy ap ad org slain kmu yg blg ak aneh”

“hampir smua tmen kls, trutama yg ce.a”

“mengerikan”

“benerkan Open-mouthed smile

“mngkin cm sekali Smile

“kamu itu pinter, iya pinter tapi malas”

“hhm jahat.a, pinter itu relatif Di dan grk.a tk slalu keatas”

“iy” pak guru Open-mouthed smile

lelah sudah rasanya menyikapi orang seperti dia, aku juga mulai mencari alasan untuk tak membahas tentang keanehan kami.

tidak semua orang seperti Dian, banyak dari mereka yang menurutku cuma mencari masalah dan mencari kelemahan atau kekuranganku. mereka berlomba lomba untuk menjatuhkanku. semua yang ada didunia ini tak ada yang sempurna Di, aku percaya itu. seberapapun kuatnya dirimu, kau pasti akan membutuhkan orang lain untuk selalu berada didekatmu.

sudah satu tahun ini aku merasa nyaman dengan kehadiran Dian dalam hidupku, aku merasa semua yang ada dalam hatiku sangat mudah tercurahkan dan dia juga sangat terbuka padaku. aku memang sangat membutuhkan orang seperti ini. semoga saja dalam setiap perjalanan hidupku akan selalu ada orang yang memahamiku seperti dia.

orang seperti aku mungkin sudah lama punah jika tidak menemukan sosok seperti Dian dalam hidup, aku sebenarnya menikmati kehidupan dan duniaku sendiri. dunia yang tidak memiliki kesedihan dan tanpa kesulitan, hanya ada kebahagiaan dan kebahagiaan.

seumur hidup aku selalu saja berusaha melakukan yang terbaik,

“jadilah yang terbaik bukan nomor satu, karena yang nomor satu belum tentu yang terbaik”

motto hidup yang sangat aku jaga. rasanya beban hidup ini begitu beratnya jika dipikirkan, tapi ingatlah bahwa kau tidak tinggal sendiri ditempat yang luas dan disebut bumi ini.

aku tak pernah mau mengubah gayaku, beginilah aku dan beginilah hidupku. seberapa sering dan rutinnya orang berusaha menjatuhkanku maka dua tiga kali lipat dari itu pula aku akan bangkit.

“aneh”,  satu kata yang sangat melekat pada diriku.

entah sudah berapa banyak orang bilang aku ini aneh.

dan sudah sering pula aku bilang kalau aku ini bukannya aneh tapi “unik”.

pernahkah kamu membaca biografi orang orang pintar didunia, mereka itu memiliki pola pikir yang aneh. Thomas dianggap membangkang karena tidak memperhatikan pelajaran saat sekolah. Einsten dikenal sebagai perenung jagad raya, pola pikirnya sederhana dan tak terpikirkan oleh para proffesor dizamannya.

bagaimana Habibie, gaya bicaranya berbeda, aneh dan nyentrik.

aku pikir otak mereka sudah penuh dan terpakai semua sehingga tidak bisa lagi bertindak dan berfikir seperti manusia biasa Open-mouthed smile.

bakat ?, bakat saja tidak akan cukup jika jarang dilatih dan dan tidak sesuai dengan minat. minat pun akan tak berarti tanpa bakat dan latihan.

malas ?, yaa aku seorang pemalas. padahal kebanyakan orang cerdas adalah orang yang rajin, mungkin aku bukan orang jenius dan cerdas. aku hanya orang pintar.

“Pintar itu relatif“,

semua orang punya ceritanya masing masing. mungkin ini hanya awal dari cara mereka akan menemukanku.

terkadang aku berfikir menjadi orang pintar itu tak selalu enak, sedikit sekali punya sahabat atau bahkan teman saja bisa dihitung, yang lain cuma jadi kenalan saja.

tapi ini bukanlah kutukan dan bagiku ini juga bukan anugerah, ini pemberian yang harus dipertanggung jawabkan. dan aku akan memulainya dengan meyakinkan diriku sendiri.

“fokus”

sekarang aku ada dibangku kuliah, dan dengan beruntungnya aku masih ditemani oleh orang seperti Dian.

meski kami berpisah, aku yakin dimanapun aku berada Tuhan akan terus mengirimkan orang orang seperti Dian untuk menemani setiap langkahku.

aku akan fokus pada tujuanku, aku ingin menjadi orang yang bermanfaat, minimal menjadi rumput yang menguatkan tanggul.

“jika menuntut ilmu dengan sungguh sungguh maka semua kejayaan akan mengikutimu, tapi jika mencari kejayaan maka ilmu tidak akan mengikutimu”

kurang lebih seperti inilah folosofi Dosenku, dan ini sekarang aku tanamkan dalam hatiku. aku akan fokus pada ilmu, dan aku harap dirimu masih akan selalu setia menemaniku.

“sedikit berjuang, maka sedikit hasil”

“perjuanganku masih panjang, dan aku tak akan pernah berhenti sebelum menemui akhirnya”

“I will survive”

aku yakin ini akan jadi kisah yang seru, my adventure.

This Is Not The End, This Is Just A Begin. 

dan aku siap Smile

Advertisements