Okay :)


Kalau kau ingin mengenal seseorang, kau tinggal bertanya pada sahabatnya. Kalau kau ingin mengetahui sifat asli seseorang, kau tanya saja pada temannya. tapi kalau kau ingin mengerti dan memahami seseorang, kau harus bisa bersama dengannya.

dalam setiap kehidupan kita pasti selalu ada saja orang yang menonjol atau lebih dari rata rata orang kebanyakan. didunia sepakbola ada Lionel Andreas Messi yang jadi Idolaku, didunia Motogp ada Valentino Rossi, didunia Tennis ada Roger Federer. Saya tidak akan membahas salah satu atau ketiganya, yang akan saya ceritakan adalah kisah seseorang yang memiliki kecerdasan melebihi dari teman teman “sekelasnya”. sebut saja “Bunga”.

yaa, bunga adalah seorang wanita. meski pria itu lebih cerdas daripada wanita, mereka dapat dikalahkan oleh sifat rajin yang dimiliki oleh wanita. itulah kenapa disekolah pasti yang juara itu cewek, kalau pun ada cowok dia pasti sangat pandai.

teman, jadi orang cerdas itu ternyata tidak selalu enak dan menyenangkan. mungkin mereka akan merasa senang saat ujian matematika, fisika atau kimia. tapi mereka akan kesulitan menjadi orang yang dihormati diantara teman temannya karena biasanya orang pintar itu malah akan dibenci oleh orang disekitarnya terutama teman sekelas. dibenci disini bukan karena kepintarannya, tapi karena sifatnya yang kurang bersahabat dengan lingkungan.

menurutku ada tiga hal yang membuat mereka merasa kesepian atau terasingkan dalam kelasnya. yang pertama adalah karena dia pintar, orang pintar akan dibenci oleh orang lain karena kebanyakan orang akan menganggapnya sebagai musuh atau saingan dalam memperebutkan tahta prestasi pemuncak dikelas. tidak jarang persaingan ini akan meruncing bahkan akan sangat terlihat ketika mereka bersaing dalam mengejar nilai. yang kedua adalah karena mereka hanya berteman dengan orang orang pintar lainnya. yaa, aku tahu ini. bagaimana bisa bermanfaat ilmu mereka kalau mereka tidak mengajarkannya kepada orang yang kurang pintar dari dirinya, Ilmu itu tidak bisa dicuri tapi hanya bisa diteruskan dan diajarkan. dan yang ketiga adalah karena mereka ingin hidup sendiri. kebanyakan orang pintar itu seperti ini, pada saat ada tugas mereka pasti tidak akan memberi tahu teman temannya. diam diam dia akan mengerjakan tugas tersebut, atau bahkan tugas tersebut telah mereka selesaikan tapi mereka bilang bahwa tugas itu belum selesai. dan yang paling sering terjadi adalah saat ujian, orang orang cerdas biasanya ingin menunjukkan kecerdasan atau kelebihannya itu pada saat ujian. pernah seorang teman bercerita bagaimana pelitnya orang “pintar” pada saat ujian, aku memang tidak membenarkan orang orang yang mencontek saat ujian. tapi dalam keadaan mendesak, misalnya mereka sudah belajar tapi belum mengerti atau lupa bagaimana.

“bunga sudah nomor 1 ?”

tanya temanku kepada bunga yang terlihat terus saja menulis. dan tidak mendengar panggilan dari Deni.

“bunga”

kali ini agak keras, sampai teman disamping bunga juga menoleh.

“apa ?”

“sudah nomor 1”

“belum”

“nomor 4”

“belum juga”

Deni yang sudah mati kutu dan tak tahu harus menjawab apa kemudian menunggu bunga mengerjakan nomor tersebut.

“5 menit lagi”

sang pengawas ujian memberikan warning.

“bunga suda nomor 1 ?”

sebenarnya Deni sudah belajar, mungkin karena terlalu banyak materi yang diajarkan oleh sang guru maka dia lupa. sebenarnya kalau bunga mau memberikan garis besarnya saja Deni akan ingat.

“1menit lagi”

sang pengawas kembali memecah suasana kelas.

“bunga, tolong nian”

“belum Den”

kemudian

“yang sudah boleh dikumpulkan”

bunga lalu merapikan kertas ujiannya dan maju kedepan dengan jawaban yang penuh dan lengkap.

sementara Deni hanya bisa meretapi nasibnya, “kalau saja aku ingat kalimat depannya”.

dengan sangat lesu Deni mengumpulkan lembar jawaban dan berpapasan dengan Bunga, seperti tidak terjadi apa apa.

bagaimana perasaan Deni ? tak ada yang tahu, dan tak ada yang peduli.

Bunga selalu berteman dengan orang orang pintar, tak mau berteman dengan kami yang kurang pintar. rajin berdiskusi dengan orang pintar juga.

menurutku orang yang seperti Bunga ini memelihara rasa takut, sehingga rasa takutnya menjadi sangat besar. hal inilah yang membuat dia semakin takut tersaingi. yaa, karena takut tersaingi dia kemudian menjadi rajin dan sangat sensitif sehingga siapapun yang ingin meminta ilmu darinya dia takut ilmu tersebut dicuri. ada juga orang pintar yang ingin jadi pusat perhatian,  orang ini pasti tidak mempunyai sahabat. sehingga dia berupaya tetap menjadi ranking dikelas karena takut orang orang yang ada disekitarnya menjauhinya.

intinya adalah rasa takut yang menguasainya. kalau saja mereka hanya takut pada Tuhannya, mungkin mereka tidak akan pernah menjadi orang yang dibenci oleh teman temannya.

meskipun aku kurang senang dengan orang yang ingin selamat sendiri, aku lebih tidak senang dengan seorang penjilat. aku akan merasa jijik jika mengetahui atau melihat orang yang menjilat demi kepentingannya. aku tidak pernah benci kawan, aku cuma kurang senang.

apapun kita dan dimanapun kita berada, jangan pernah membiarkan rasa takut menguasaimu. dan ingatlah bahwa dengan berbagi kita tidak pernah kehilangan, bersyukur dengan apa yang kita miliki akan menghilangkan rasa tersaingi.

hidup ini terlalu singkat jika kita hanya mencari musuh dan meninggal dalam keadaan dibenci oleh Manusia dan Tuhan.

catatan kaki Smile

Advertisements