indah karena . . . .


Terkadang malam begitu gelapnya

tapi aku selalu merindukannya

terkadang malam begitu sepinya

tapi aku selalu menunggunya

biarkan malam bersamaku

memeluk hangatnya tubuhku

sampai pagi datang kembali

memenuhi janji hati ini . . .

 

 

biarlah mendung menutupi langit senja

biarlah diam meraja diantara mereka

tapi biarkan juga senja meminang malam

menukar tawa dengan senyuman,

bersama bulan menemani malam

sore ini langit begitu tenang. indah, tenteram, nyaman sekali

mereka seakan tahu bagaimana cara melepas lelah hati ini

kemudian datang silih berganti, menemani hari yang kian letih

menutup hari dengan senyum, merasa nikmat dengan syukur. . .

biarlah malam memelukmu erat,

biarkan ia menemanimu dalam mimpi,

menjagamu dalam lelap, menjaga agar tak terjaga

hingga pagi tiba disini, bersama mentari menemani. . .

hujan, yaa. . . hujan kembali membasahi bumi yang gersang ini

terdiam, setiap hujan turun aku hanya bisa terdiam

merenung, mensyukuri nikmat yang s’lalu aku lupakan

 

biarlah apa kata mereka, aku tak peduli lagi

t’lah terbiasa hati ini dengan perih dan pedih

biarlah apapun yang terjadi, sepilu apapun ‘kan kujalani

demi masa yang telah dijanji, sampai kita bertamu lagi

hingga fajar tiba aku masih terjaga,

menanti dia yang entah kemana

aku tetap disini karena percaya,

seyakin mentari bersama bumi

seteguh bulan menemani malam . . .

 

Advertisements