Positive Thinking


Terkadang aku berpikir hidup ini sangat  sederhana, kita lakukan apa yang seharusnya kita lakukan dan hasilnya akan kita dapat sesuai dengan apa yang telah kita lakukan. seperti sebuah pepatah yang mengatakan “kita akan menuai hasil sesuai dengan benih yang kita tanam”, jika kita menanam biji padi maka kita akan memanen padi pula pun jika kita menabur benih jagung maka kita juga akan memanen jagung.

Tapi kawan, tahukah dirimu bukan itu inti dari semua ini. semua yang terjadi tak sesederhana yang kita pikirkan tak semudah tidur diatas tikar. “proses”, ya proses kawan. inti dari semua yang kita jalani ini adalah prosesnya, terserah sejauh mana pencapaian kita, terserah seberapa besar hasil yang kita peroleh. yang paling penting dan menjadi tolak ukurnya adalah bagaimana, seberapa keras kita  berjuang untuk mencapai tujuan yang kita cita – citakan tersebut.

Hari ini aku menyadarinya kawan, tidak semua orang menghargai proses. mereka hanya melihat hasil hasil dan hasil akhir.

entah apa yang dia pikirkan ketika memintaku untuk membuat sebuah laporan tentang praktikum yang baru saja kami lakukan bersama, padahal hari itu aku telah menemaninya mengerjakan praktikum dan mengumpulkan semua data yang diperlukan untuk membuat laporan kami tersebut. yaa, mungkin aku tidak terlalu membantu tapi setidaknya dia juga bisa membuat laporan ini dan membagi tugas denganku karena aku yang banyak berkontribusi dalam melaksanakan laporan ini. memang tidak terlalu sulit, kami hanya melakukan analisa protein yang terkandung dalam susu bubuk untuk anak – anak “dancow”.

mungkin dia sedang mengujiku, begitu pikirku. karena dia mengatakan bahwa ia harus mengerjakan laporan lain yang juga belum selesai dan harus segera dikumpulkan. tapi bagaimana denganku, kami mengambil kelas yang sama dan dia mengatakan bahwa hanya dia yang sibuk dengan setumpuk laporan.

“baiklah, aku yang buat”. kataku ketika berjalan mendekat padanya,

“oke, laporan selanjutnya biar aku yang buat”. yaah selalu saja begitu, dan dengan alasan yang sama.

malam ini aku akan begadang dengan dua laporan yang sudah menungguku dengan setianya Sad smile. kalau saja aku tak memiliki kemampuan bertahan yang cukup mungkin aku sudah sekarat sekarang karena digempur oleh dua laporan sekaligus dalam waktu kurang dari 8 jam. beginilah aku, laporan yang aku kerjakan sudah selesai dengan hasil yang tidak terlalu mengecewakan menurutku.

“nih laporannya !”, seruku kepada weni yang tengah duduk santai dikelas. diterimanya laporan tersebut tanpa rasa bersalah kemudian dia mengatakan bahwa laporan yang aku buat ini kurang sempurna menurutnya, jadi semalam saat ia memintaku mengirimkan laporan ke e-mailnya sebagian laporan tersebut telah ia ubah dan perbaiki secara sepihak.

“pulsa aku habis, tapi pembahasannya sudah cukup bagus dan tidak aku ubah sama sekali. sekali lagi maaf yaa”

aku terdiam, dia menunggu jawaban. hening.

“hmm tapikan bisa lewat chat, ya udahlah mungkin aku juga yang salah”.

aku berlalu dengan hati yang kacau, hilang sudah mood aku hari ini untuk kuliah. aku putuskan untuk menitipkan laporan pada temanku lalu pergi ke kantin sampai kuliah pagi usai. sepertinya alasan yang diajukan weni cukup masuk akal, dan ia sudah meminta maaf. hari itu kuliah berjalan normal tanpa ada hal istimewa. pelajaran hari ini, jangan mau dimintai tolong oleh orang yang rajin + pintar jika kamu termasuk orang pemalas Open-mouthed smile .

SS_p4tRiCk_2